Rabu, 21 November 2012

Tuhan ada, dan akan selalu ada



Seorang siswa hendak memotong rambutnya ke tukang cukur.

Tukang cukur       : “Hai, Nak. Aku sedang mempunyai masalah, aku ingin curhat denganmu.”

Siswa                  : “Ciyus?”

Tukang cukur       : “Hei! Aku serius ini.”

Siswa                   : “Santailah sedikit, silahkan kau mau crita apa padaku?”

Tukang cukur       : “ketahuilah kau, Nak. Sesungguhnya Tuhan itu tidak ada. Jika Tuhan ada, mengapa banyak orang yang kesusahan? Banyak rakyat yang miskin, ketidak-adilan. Banyak siswa yang gagal ujian. Katanya Than itu Maha Penyanyang, mana buktinya?”

Siswa tersebut hanya diam, dia tak bisa menjawab apapun. Tetapi dalam hatinya ada yang bergejolak, dia ingin mengatakan bahwa Tuhan itu ada, dan benar-benar ada. Tapi dia tidak tau bagaimana dia harus mengatakannya. Setelah rambutnya selesai di cukur, dia bergegas pergi. Namun di jalan ia masih memikirkan bagaimana dia harus menjawab. Setelah beberapa saat dia berjalan, akhirnya dia melihat seseorang dengan raambut gimbal dekil yang tak terawat. Lalu dia kembali berlari ke tempat tukang cukur tersebut.

Siswa                  : “Hai, sebenarnya di dunia ini tidak ada seorangpun tukang cukur.”

Tukang cukur       : “Kau ini bicara apa? Aku tukang cukur, kau pun baru saja aku cukur rambutnya.”

Siswa         : “Jika di dunia ini ada tukang cukur, mengapa di luar sana masih ada orang-orang yang berrambut gimbal?”

Tukang cukur       : “Itu bukan salahku. Itu salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang kepadaku? Jika mereka datang kepadaku maka akan ku potong rambut mereka sampai rapi.”

Siswa                  : “Begitu pula Tuhan Tuhan itu ada, tapi kalian yang tidak mau mendekat pada-Nya. Coba kalau kalian mendekat pasti Tuhan akan membantu kalian.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar