Seorang siswa hendak memotong rambutnya ke tukang cukur.
Tukang
cukur : “Hai, Nak. Aku sedang
mempunyai masalah, aku ingin curhat denganmu.”
Siswa :
“Ciyus?”
Tukang cukur : “Hei!
Aku serius ini.”
Siswa :
“Santailah sedikit, silahkan kau mau crita apa padaku?”
Tukang
cukur : “ketahuilah kau, Nak.
Sesungguhnya Tuhan itu tidak ada. Jika Tuhan ada, mengapa banyak orang yang
kesusahan? Banyak rakyat yang miskin, ketidak-adilan. Banyak siswa yang gagal
ujian. Katanya Than itu Maha Penyanyang, mana buktinya?”
Siswa tersebut hanya diam, dia tak bisa menjawab apapun.
Tetapi dalam hatinya ada yang bergejolak, dia ingin mengatakan bahwa Tuhan itu
ada, dan benar-benar ada. Tapi dia tidak tau bagaimana dia harus mengatakannya.
Setelah rambutnya selesai di cukur, dia bergegas pergi. Namun di jalan ia masih
memikirkan bagaimana dia harus menjawab. Setelah beberapa saat dia berjalan,
akhirnya dia melihat seseorang dengan raambut gimbal dekil yang tak terawat.
Lalu dia kembali berlari ke tempat tukang cukur tersebut.
Siswa : “Hai, sebenarnya di dunia
ini tidak ada seorangpun tukang cukur.”
Tukang
cukur : “Kau ini bicara apa? Aku
tukang cukur, kau pun baru saja aku cukur rambutnya.”
Siswa : “Jika di dunia ini ada tukang cukur,
mengapa di luar sana masih ada orang-orang yang berrambut gimbal?”
Tukang
cukur : “Itu bukan salahku. Itu
salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang kepadaku? Jika mereka datang
kepadaku maka akan ku potong rambut mereka sampai rapi.”
Siswa : “Begitu pula Tuhan Tuhan itu
ada, tapi kalian yang tidak mau mendekat pada-Nya. Coba kalau kalian mendekat
pasti Tuhan akan membantu kalian.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar