Sabtu, 15 Desember 2012

cerpen



Setiap malam terdengan isakan seorang gadis yang terdengar amat pilu, terdengar begitu menyayat hati. Tak kuasa menahan rasa ingin tahuku, kucoba tuk cari sumber tangis itu. Ku buang segala rasa takut dan was-was ku. Ku telusuri setiap bilik kamar, kucari tiap lorong ke lorong. Hingga akhirnya kutemukan sumbernya, seorang gadis yang tampak sedang merasa tekanan batin yang dalam.
            “Hai, kenapa kamu menangis? Apakah ada yang menyakitimu?” tanyaku pelan,
            “Tidak, tak seorangpun menyakitiku.” Jawabnya terisak namun trgas.
            “Lalu kenapa kamu menangis?”
            “Aku menangis karna aku sedih. Kenapa didunia ini harus ada kebohongan? Harus ada sesuatu yang bernilai negatif? Tak bisakah Tuhan membuat segalanya dengan indah?”
            “Hai, kenapa kau berkata seperti itu? Kau tahu kenapa di dunia ini ada kehidupan? Semua itu karna adanya perbedaan dan adanya keburukan yang terjadi. Bayangkan jika didunia ini hanya ada manusia, tanpa ada hewan atau tumbuhan udara air, tanah dan lainnya? Bayangkan pula jika di dunia ini semua berjalan sesuai kehendak kita, maka takkan ada manusia yang mau bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Takkan ada keindahan , karena keindahan terjadi karena adanya kerusakan.”’
            “tapi kenapa keburukan selalu berpihak padaku? Sedangkan keindahan selalu menjauh dariku. Apa ini yang namanya hidup? Dimana keadilan untuk kehidupanku? Aku pun ingin merasakan keindahan seperti yang orang lain rasakan.aku ingin kedamaian abadi berpihak padaku kali ini.”
            “Kau berkata seperti itu, seolah kau sama sekali tak memiliki keindahan. Tidakkah kau melihat keluar? Orang yang memiliki cacat fisik maupun mental? Sedangkaan kau sempurna. Tapi mereka masih bisa melakukan sesuatu sendiri buan? Bahkan mereka masih bisa bersyukur pada Tuhan katas apa yang telah Dia berikan. Tapi kau? Kulihat kau tak penah sedikitpun bersyukur pada apapun yang telah ada pada dirimu.”
 “Haruskah? Haruskah aku bersyukur atas deritaku? Apakah jika aku bersyukur maka segala kesusahanku akan hilang? Tidak. Buktinya yang sudah kau sebutkan tadi, orang yang cacat , mereka tetap bersyukur, tapi apa Tuhan mendengar mereka? Apa Tuhan segera menghilangkan segala derita mereka? Tidak, mereka tetap cacat.”
            “Mungkin di dunia mereka akan selalu cacat dan takkan sembuh, tapi Tuhan selalu mmendengarkan segala doa dari umat-Nya. Jika mereka akan selalu cacaat di dunia dan menderita didunia, namun di akhirat nanti, dia akan bahagia. Tuhan akan memberi dia sebuah kebahagiaan abadi seperti yang mereka inginkan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar