Setiap malam terdengan isakan seorang gadis yang terdengar
amat pilu, terdengar begitu menyayat hati. Tak kuasa menahan rasa ingin tahuku,
kucoba tuk cari sumber tangis itu. Ku buang segala rasa takut dan was-was ku.
Ku telusuri setiap bilik kamar, kucari tiap lorong ke lorong. Hingga akhirnya
kutemukan sumbernya, seorang gadis yang tampak sedang merasa tekanan batin yang
dalam.
“Hai,
kenapa kamu menangis? Apakah ada yang menyakitimu?” tanyaku pelan,
“Tidak, tak
seorangpun menyakitiku.” Jawabnya terisak namun trgas.
“Lalu
kenapa kamu menangis?”
“Aku
menangis karna aku sedih. Kenapa didunia ini harus ada kebohongan? Harus ada
sesuatu yang bernilai negatif? Tak bisakah Tuhan membuat segalanya dengan
indah?”
“Hai,
kenapa kau berkata seperti itu? Kau tahu kenapa di dunia ini ada kehidupan?
Semua itu karna adanya perbedaan dan adanya keburukan yang terjadi. Bayangkan
jika didunia ini hanya ada manusia, tanpa ada hewan atau tumbuhan udara air,
tanah dan lainnya? Bayangkan pula jika di dunia ini semua berjalan sesuai
kehendak kita, maka takkan ada manusia yang mau bekerja keras untuk mendapatkan
sesuatu. Takkan ada keindahan , karena keindahan terjadi karena adanya
kerusakan.”’
“tapi
kenapa keburukan selalu berpihak padaku? Sedangkan keindahan selalu menjauh
dariku. Apa ini yang namanya hidup? Dimana keadilan untuk kehidupanku? Aku pun
ingin merasakan keindahan seperti yang orang lain rasakan.aku ingin kedamaian
abadi berpihak padaku kali ini.”
“Kau
berkata seperti itu, seolah kau sama sekali tak memiliki keindahan. Tidakkah
kau melihat keluar? Orang yang memiliki cacat fisik maupun mental? Sedangkaan
kau sempurna. Tapi mereka masih bisa melakukan sesuatu sendiri buan? Bahkan
mereka masih bisa bersyukur pada Tuhan katas apa yang telah Dia berikan. Tapi
kau? Kulihat kau tak penah sedikitpun bersyukur pada apapun yang telah ada pada
dirimu.”
“Haruskah? Haruskah aku bersyukur
atas deritaku? Apakah jika aku bersyukur maka segala kesusahanku akan hilang?
Tidak. Buktinya yang sudah kau sebutkan tadi, orang yang cacat , mereka tetap
bersyukur, tapi apa Tuhan mendengar mereka? Apa Tuhan segera menghilangkan
segala derita mereka? Tidak, mereka tetap cacat.”
“Mungkin di
dunia mereka akan selalu cacat dan takkan sembuh, tapi Tuhan selalu
mmendengarkan segala doa dari umat-Nya. Jika mereka akan selalu cacaat di dunia
dan menderita didunia, namun di akhirat nanti, dia akan bahagia. Tuhan akan
memberi dia sebuah kebahagiaan abadi seperti yang mereka inginkan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar